iih..kamu kok nyebelin gitu seh..
ukhkhkh...sakit banget....!
mm...pengen makan mulu neyh..
Jangan ganggu aku deh,,lagi kesel neh...!
Aduh,,neh jerawat nongol lagi deh...=(
Mungkin sebagian besar wanita akan merasakan hal – hal diatas ketika sang tamu bulanan datang menghampiri. Bahkan ana teringat kemarin ada seorang teman yang menderita sakit yang luar biasa ketika menstruasi di hari pertama.Begitu luar biasa sakitnya hingga ia menangis dan tak bisa melakukan kegiatan apa...(Duh,,syafakillah ya ukhti..).Trus,,kok bisa gitu, yah..en gimana seh cara yang asyik untuk menyambut tamu yang spesial ini ?
Menstruasi itu apaan sehh...?
Hare gene gak tau yang namanya menstruasi..? Duh, kaum adam juga udah pada tahu,,apalagi kita – kita yang merasa sebagai wanita neh,,kudu lebih tau..Nah menstruasi itu adalah suatu proses keluarnya darah dari tubuh wanita secara alami, bukan karena sebab tertentu. Darah tersebut terjadi karena proses melurhnya dinding endometrium uterus karena terjadinya penurunan drastis hormon progesteron secara tiba-tiba. Darah haid / menstruasi antara seorang wanita dengan wanita yang lainnya pun memiliki perbedaan, seperti banyak tidaknya jumlah darah yang keluar, lama tidaknya darah tersebut mengalir. Perbedaan ini pun dipicu karena adnya perbedaan kondisi tiap wanita, kadar hormon dalam tubuh, serta faktor lingkungan yang juga berpengaruh penting.
Siklus Menstruasi
Oia,,sebelum masuk ke siklus menstruasi, kita juga kudu bisa ngebedain antara siklus dan masa menstruasi yah..Nah, masa menstruasi itu adalah waktu yang diperlukan darah dari awal mulai keluar hingga berhenti.Sementara siklus, berarti jangka waktu antara masa menstruasi yang satu dengan masa yang berikutnya. Siklus menstruasi tiap wanita pun berbeda – beda, ada yang 14 hari, 23 hari, atau bahkan ada yang sampai 35 hari lebih. Namun yang menjadi rata-rata adalah selama 28 hari. Nah, siklus ini pun dibagi dalam 2 fase, yaitu fase sebelum dan setelah ovulasi.
- Sebelum ovulasi
Kelenjar pituitari pada dasar otak akan mengeluarkan FSH yang akan merangsang pematangan folikel di ovarium (indung telur). Pematangan folikel ini akan meningkatkan produksi esterogen. Pada saat kenaikan esterogen mendekati ovulasi, terjadi perubahan – perubahan seperti :
• Endometrium (selaput lendir rahim) menebal.
• Serviks menjadi panjang dan lunak serta terbuka.
• Lendir serviks yang diproduksi oleh kelenjar-kelenjar pada serviks menjadi lendir yang bersahabat dengan sperma.
• Peningkatan garam, gula, dan asam amino untuk memberikan makanan pada sperma.
• Peningkatan cairan sampai dengan 10 kali peningkatan volume lendir.
• Lendir yang subur terdiri dari 98% air – transparan, berkilat, licin, elastis yang disebut efek spinnbarkeit.
• Struktur lendir yang subur bila dilihat dengan menggunakan nuclear magnetic resonance memperlihatkan jaringan yang jarang sehingga dapat dilewati oleh sperma.
• Suhu menetap pada tingkat yang rendah.
Nah, Ketika esterogen mencapai tingkat tertentu dalam darah, kelenjar pituitari distimulasi untuk menghasilkan LH yang meningkat cepat yang kemudian akan menimbulkan ovulasi (pecahnya folikel yang matang dan mengeluarkan ovum) biasanya seh dalam 36 jam kemudian.
- Fase setelah ovulasi – dikontrol oleh progesteron.
Setelah ovulasi, LH menyebabkan pecahnya folikel yang kemudian folikel tersebut akan berkembang menjadi korpus luteum, yang memproduksi progesteron. Berikut pengaruh progesteron akan terjadi perubahan-perubahan:
• Endometrium melunak guna mempersiapkan diri untuk menerima implantasi (penempelan) telur yang telah dibuahi.
• Serviks memendek, keras, dan tertutup.
• Lendir serviks menjadi tidak bersahabat untuk mencegah penetrasi sperma.
• Setelah ovulasi terdapat perubahan status kesuburan – jaringan filamen-filamen menjadi lebih padat membentuk lendir yang tebal yang mencegah penetrasi sperma. Sperma secara cepat akan dirusak oleh cairan vagina yang bersifat asam.
• Suhu akan meningkat sekitar 0,2˚C atau lebih.
Korpus luteum akan bertahan sekitar 14 hari, kemudian akan kisut dan mati, progesteron dan suhu akan turun dan endometrium akan mengalami disintegrasi sehingga terjadilah menstruasi. Nah, lengkap deh 1 siklus.
Ovulasi
Ovulasi hanya terjadi satu hari saja dalam satu siklus dan bila tidak terjadi kehamilan, 2 minggu kemudian diikuti oleh masa menstruasi. Biasanya jangka waktu antara ovulasi dan menstruasi berikutnya tidak berbeda jauh. Lamanya siklus menstruasi bergantung pada variasi waktu sejak awal siklus sampai ovulasi. Terjadinya ovulasi menentukan lamanya siklus. Lamanya waktu sejak awal menstruasi sampai ovulasi bisa bermacam-macam. Ovulasi seringkali tertunda pada saat-saat seseorang mengalami stres, masa menyusui dan masa pra menopause.Nah, oleh karena itu, ukhti jangan mudah stres yah..
Pada satu hari ovulasi dalam suatu siklus, satu atau dua sel telur siap untuk dibuahi. Hidup sel telur tidak lebih dari 24 jam, sedangkan masa hidup sel sperma berbeda-beda. Bila tidak ada lendir yang menunjang kelangsungan hidupnya, sel sperma tidak bisa bertahan hidup lebih dari satu jam atau sekitar itu. Namun dengan adanya lendir cervix yang baik, sel sperma bisa bertahan hidup sampai 2 atau 3 hari, bahkan kadang bisa sampai 4 atau 5 hari lamanya.
Subhanallah ya ukh,,begitu teraturnya semua penciptaan Allah dari yang Makro hingga yang mikro seperti proses Menstruasi dan pembuahan ini sekali pun.
PMS (Pra Menstruasi Sindrom)
Nah,, yang satu ini nih, yang sering dikeluhkan oleh banyak wanita. Menurut penelitian, sekitar 85% wanita mengalami gangguan fisik dan emosi menjelang masa ini. Gejala yang paling mudah dilihat dari PMS ini seh seperti mudah marah, depresi, lelah dan tubuh agak membengkak. Selain itu, biasanya juga terjadi penumpukan cairan dengan payudara yang agak membengkak, ukuran panggul bertambah besar, wajah terlihat sembab, sakit kepala, dan nyeri di bagian perut. Perubahan-perubahan mood, seperti mudah marah, meledak-ledak, dan sering menangis juga kerap menandai munculnya PMS ini.PMS ini pun juga bisa terjadi saat menstruasi maupun setelahnya. Nah,Yang lebih gawat neh, PMS pun dapat menimbulkan depresi, terkadang sampai memunculkan perasaan ingin bunuh diri, dan bahkan keinginan melakukan kekerasan kepada diri sendiri ataupun ke orang lain. Namun, tentunya sebagai Ukhti yang harus tetap Istiqomah dalam aturan agama, tidak menjadikan PMS sebagai alasan untuk berbuat maksiat seperti yang telah disebtkan diatas, ya..Awas loh..
Sayangnya, hingga kini penyebab pasti timbulnya PMS belum diketahui. Namun, gejala-gejala PMS tadi diperkirakan berhubungan dengan meningkatnya hormon-hormon wanita seperti yang telah dijelaskan di awal -estrogen dan progesterone- dalam hari-hari menjelang menstruasi. Nah, ketika gejala-gejala tersebut makin hebat dan menganggu aktivitas sehari-hari pada setiap bulannya, ada baiknya Ukhti berkonsultasi ke dokter.
Inilah beberapa fakta seputar PMS, plus tips menghadapinya :
1. Telat datang bulan, hal biasa tuh.
Kejadian ini berhubungan dengan tingkat stres yang dialami sehingga kerja hormon terhambat dan menyebabkan siklus menstruasi pun terganggu. Mungkin saat itu ukhti dikejar waktu soal kuliah, tugas, atau amanah lain yang dapat menjadi beban pikiran ukhti, because of that, kita kudu pintar dalam mengatur waktu, ya
2. Tidak sebanyak yang Ukhti pikirkan.
Selanjutnya, ukhti tidak perlu takut kehilangan jumlah darah terlalu banyak. Secara rata-rata, setiap bulannya seorang wanita hanya kehilangan sekitar 3 ons darah.
3. Lama atau sebentar itu normal.
Kebanyakan wanita akan mengeluarkan darah sekitar dua hari sampai tujuh hari. Bila menstruasi Anda lebih dari delapan hari, itu belum tergolong masalah besar.
4. PMS yang bukan PMS.
Wanita yang mengalami sakit hebat saat menstruasi itu melebihi gejala umum sangat mungkin terkena premenstrual dysphoric disorder (PMDD). Wanita yang menderita PMDD juga memiliki gejala-gejala sama layaknya PMS, seperti sakit kepala, nyeri sendi dan otot, tubuh dan payudara membengkak. Gejala-gejala yang secara umum terjadi, akan menghilang saat berlangsungnya menstruasi.
So,,yang mesti ukhti lakukan adalah :
1. Buatlah semacam diary atau jurnal yang mencatat kapan gejala-gejala itu muncul. Dengan demikian, ukhti mempunyai patokan waktu yang tepat untuk mengatasinya.
2. Agar sehat, makanlah sedikit tetapi sering. Jika ukhti menderita konstipasi, konsumsilah bahan makanan yang mengandung banyak serat.
3. Saat sedang minum obat diuretik, biasanya Ukhti akan lebih sering buang air kecil yang memungkinkan mineral penting ikut terbuang. Karena itu, tambah makanan yang mengandung potassium (buah, makanan laut, kacang-kacangan), juga makanan, minuman ekstra atau suplemen yang mengandung vitamin B dan C.
4. Untuk mengurangi terjadinya penumpukan cairan, sebisa mungkin kurangi garam dalam makanan ukhti. Garam bisa menyerap air dan hal ini dapat meningkatkan pembengkakan.
5. Perbanyak waktu istirahat untuk menghindari kelelahan. Selain itu cobalah menghindari situasi yang bisa membuat ukhti stres.
6. Coba bicarakan perasaan ukhti kepada sahabat yang dapat dipercaya dan dapat mendengarkan keluhan ukhti. Pastikan pula keluarga tahu mengenai kondisi ukhti.
7. Cobalah minum beberapa ramuan tumbuhan tertentu yang telah terbukti membantu meningkatkan kesehatan wanita, misalnya kunyit asam, dan lain-lain. Selain itu, kurangilah untuk bergantung pada obat – obat kimia karena obat tersebut secara tidak langsung juga akan berdampak buruk pada tubuh kita ukh,,jadi lebih baik kembali kepada obat – obatan herbal dan habbatussauda yang lebih aman tentunya.
Wah, Alhamdulillah sudah selesai nih,,Semoga kita semakin cerdas dalam menyambut tamu spesial kita yang satu ini. Dan tentunya dengan perasaan yang senang karena haid merupakan salah satu nikmat yang diberikan Allah kepada kaum wanita. Bukankah keberadaan darah haid menandakan kita mampu untuk memiliki keturunan, bukan..?
Oia, jangan jadikan masa menstruasi ini sebagai masa untuk bermalas-malasan, yah karena dibebastugaskan dari kewajiban sholat. Namun perlu dicatat bahwa masih banyak ibadah lain yang masih bisa kita lakukan seperti dzikir, menghadiri majlis ilmu, dan lain-lain.
Wah,,Subhanallah..Oke deh,,Ditunggu kabarnya bulan depan ya ukhti...=)
Sumber Referensi :
www.medicastore.com
www.muslimah.or.id
Tidak ada komentar:
Posting Komentar