Tampilkan postingan dengan label muslimah. Tampilkan semua postingan
Tampilkan postingan dengan label muslimah. Tampilkan semua postingan

Sabtu, 03 April 2010

Make up Muslimah


1.       Jadikan Ghodhdhul Bashor ( menundukkan pandangan ) sebagai hiasan keda matamu, niscaya ukhti akan semakin manis, dech...
2.       Oleskan Lipstik Kejujuran pada bibirmu, ukhti akan semakin cantik dan menawan.
3.       Gunakan pemerah pipi dengan Kosmetik Haya’ (malu )yang dijual di salon iman, pasti ukhti terlihat lebih cantik...hmm..=)
4.       Pakailah Sabun Istighfar untuk menghilangkan dosa dan kesalahanmu ukhti..
5.       Rawatlah rambutmu dengan Shampoo Jilbab Islami, insya Allah ukhti akan terhindar dari ketombe pandangan laki – laki yang membahayakan.
6.       Hiasi tanganmu dengan Gelang Tawadhu ( rendah hati ) dan jarimu dengan  Cincin Ukhuwah ( persaudaraan dan persahabatan ).
7.       Pakailah Giwang Mustami’ (pendengaran )yang taat kepada ﷲ Rasul-Nya serta pemimpin yang beriman pada kedua telingamu, niscaya ukhti akan tambah anggun mempesona. wah...
8.       Sebaik-baiknya kalung yang harus ukhti pakai adalah Kalung Kesucian.
9.       Pakailah Pakaian Kebesaran Taqwa dengan menutup auratmu, maka ukhti akan semakin anggun dan berwibawa.
10.   Gunakan Kaos Kaki Dakwah dan Sepatu Jihad, naiscaya ukhti termasuk orang yang beruntung dan menggetarkan musuh-musuh ﷲ  ..
Hmm...itu deh tipsnya...jangan lupa ya ukhti... =))

Rabu, 31 Maret 2010

Manisnya hidayah itu terasa ( Lanjutan..)

Aku tak mampu berucap lagi melihat keteguhan hati sahabatku ini..
Subhanallah,,begitu mudahnya Allah membuka mati hati hamba-Nya. Hingga sahabatku ini sangat berubah 180 derajat..Aku bagaikan melihatnya seperti sosok yang baru.. Bidadari Dunia,,yah..itu kata yang paling tepat kurasa. Bahkan begitu kuatnya ia ketika berbagai macam masalah menghadang, begitu gencarnya musuh-musuh Allah mengajaknya untuk kembali berbuat maksiat..
Namun sungguh,,,benarlah yang dikatakan Rasulullah dalam haditsnya "Seseorang akan merasakan manisnya iman karena 3 hal, yaitu : mencintai Allah dan Rasul-Nya melebihi selain dari keduanya, mencintai dan membenci sesuatu karena hal, dan benci untuk kembali kepada kekafiran sebagaimana bencinya ia ketika akan dicampakkan kedalam neraka".
Subhanallah.....
...
Suatu ketika dan lagi-lagi ketika Allah memberikan ujian-Nya kepada sahabatku ini..
Saat itu adalah ketika ia ingin melanjutkan pendidikan ke universitas di luar daerahnya.Ia terlibat dalam satu kesepakatan, kesepakatan yang sangat menyakitkan..Namun ia terpaksa menyanggupinya hanya karena cintanya kepada orang tuanya..
Ya Rabb...Karena Cintanya kepada Orang tuanya..
Yang disertai dengan kefuturan iman yang berlarut - larut, dan suatu permasalahan yang rumit yang tak mungkin untuk kuceritakan disini ('afwan..masalah ini terlalu privacy) hingga ia mempersingkat jilbabnya, mulai bergaul dengan lelaki yang bukan mahramnya. Namun, ternyata Engkau masih tetap menyisakan manisnya iman itu di hatinya. Dengan segala keterpaksaan, ia menjalani kehidupan seperti biasanya.Terlebih saat itu ia telah memiliki teman - teman baru dan lingkungan yang baru..Ia masih merasakan kegelisahan dalam hidup.Ia merasa semakin jauh dari penciptanya..Betapa tidak,,dengan iman yang semakin melemah itu, dengan berbagai kemaksiatan yang dilakukan, ia merasa semakin Gersang..Gersang...Tak Bernyawa..dan tak bahagia sama sekali..Namun tentunya Orang tua bahagia dengan perubahan anaknya yang telah menuruti kehendaknya..
Ya Rabb tunjukkanlah kedua orang tua sahabatku ini ke jalan penuh cinta-Mu..

Hingga suatu ketika..

Dan lagi- lagi karena betapa cintanya Engkau kepada sahabatku ini, dan Engkau membukakan matanya kembali untuk merajut jalinan kasih yang selama ini terputus...dan karena batapa sadarnya ia bahwa mahalnya Sebuah petunjuk yang bernama Hidayah itu Engkau berikan kepada orang-orang pilihan-Mu..

Dan akhirnya ia memberanikan diri untuk melawan segala keterpurukan ini.Ia bangkit dari kegelisahan,,ia ingin menjadi kekasih-Mu kembali. ia kembali menyempurnakan jilbabnya dan pastinya imannya. Dan tentunya hal ini tanpa sepengetahuan orang tuanya, bahkan hingga kini. Dan betapa hati ku sedih ketika ia mengatakan bahwa ia merasakan suatu ketakutan jika akan bertemu dengan orang tuanya..
Bayangkan saja, betapa rindunya ia yang sudah lama tak bertemu dengan orang tuanya karena jarak yang jauh memisahkan, namun betapa takutnya ia jika orang tuanya tahu bahwa ia kembali seperti semula..
Ia melanggar kesepakatan itu....

Namun, tahukah Kau apa yang ia katakan padaku terkait hal itu..?
Dengan tenangnya ia menjawab..

Kini aku semakin menyadari apa artinya kehidupan, dan aku semakin menyadari betapa manisnya iman.Aku tak peduli terhadap apapun yang menghalangi jalanku untuk meraih cinta Rabb ku, sekalipun itu orang tuaku..Karena aku ingin membahagiakan orang tua ku dengan jalan yang telah diajarkan Rabbku kepadaku..Jalan yang begitu Indah..Subhanallah indahnya..Tak peduli betapa terjalnya jalan itu, tak peduli harus berapa banyaknya cucuran keringat yang ku korbankan deminya, tak peduli berapa tetes darah yang telah terbuang deminya, meskipun orang tuaku tak menyadari hal ini sama sekali, bahkan menganggap ini sebagai suatu pembangkangan kepadanya...Namun aku yakin, Allah telah mencatat semua pengorbanan ku ini, hal ini takkan pernah luput dari pengawasan-Nya.
Karenanya, aku harus Tegar, Aku harus kuat, aku tak boleh rapuh (meskipun aku mengetahui bahwa betapa rapuhnya dirinya...), aku harus berjuang demi Allah, demi Rasul, dan demi Orang tuaku..

Astaghfirullahal'adzim,,,
Aku tak sadar jika air mata ku telah membasahi pipi ini..Aku begitu tersentuh melihat perjuangannya, sebuah perjuangan yang tak mungkin bisa dilakukan oleh sembarang orang, yang hanya bisa dilakukan oleh orang yang benar-benar mengharap ridho tuhannya..( hal ini yang menyebabkan aku memberi nama alamat blog ini "almardhotillah", yakni wanita yang memperoleh rahmat Allah, Insya Allah...)
Dan aku pun harus bisa menjadi seperti sahabatku ini..Aku ingin terus mendengar cerita-cerita indahnya yang terus memotivasiku untuk terus bergerak menuju Jalan yang penuh kedamaian ini, apalagi kalau bukan jalan untuk meraih Cinta-Mu yang Rabb...
Dan aku pastikan  untuk selalu mendengar kisah-kisahnya, menatap perjuangan-perjuangannya, merasakan nyamannya untuk selalu bersamanya,,,meskipun aku tak bisa memberinya apa-apa.aku hanya bisa menjadi pendengar sejatinya....Yah,,Sampai kapan pun..

Kini...aku beriltizam pada diriku,,untuk tetap beristiqomah dalam ajaran agamaku,,untuk terus bersamanya dalam menempuh perjalanan dunia menuju kampung akhiratku,,tak sedetik pun yang kulalui tanpa menyibukkan diri untuk bersama Allah..Tak sedetikpun.. 
Sahabat-sahabatku yang saat ini sedang membaca kisah ini..
Jangan pernah khawatir,,bahwa ujian ini masih lebih kecil dibandingkan besarnya ujian yang harus dilampui oleh orang-orang shaleh sebelum kita..
perjuangan Sahabat kehidupanku ini hanyalah contoh kecil dari perjuangan para Mujahidah sebelum kita...
Jangan pernah takut Allah akan meninggalkan kita..
Jangan pernah gelisah karena Allah akan menentramkan kita..
Kita yang selalu berjuang Meraih Ridho-Nya...
Al Mardhotillah...
=)

Salam sayang untuk ummi dan abi mu...=)

 



Senin, 29 Maret 2010

Manisnya Hidayah itu terasa...=)

        Cerita ini merupakan kisah seorang ukhti yang berjuang dari tengah kegelapan dengan sekuat tenaganya. Melawan segala hal yang menghalanginya.Kisah ini bermula ketika ia mencari kedamaian dalam hidupnya. Sebab hidupnya yang selama ini yang penuh dengan kemergelapan, hura - hura ternyata tak memberinya apa - apa..
        Dia pernah berkata pada ku, dahulu ia mencari kebahagiaan dengan mengikuti segala trend yang lagi booming saat itu. Maka tak heran jika ia sering mengikuti berbagai acara kontes kecantikan, fashion show, dance dan lain sebagainya.Dengan berbalutkan busana yang minim, tampaknya ia senang jika memamerkan tubuhnya kepada orang lain, terutama kaum lelaki. Maka bayangkan saja bagaimana ia rela menggadaikan harga dirinya demi kenikmatan dunia itu..
        Dia pun pernah berkata padaku, saat itu bisa dikatakan bahwa ia saat banyak dipuji oleh banyak lelaki, ya.. karena kepintarannya, kecantikannya, dan segala yang ada pada dirinya...Hingga tak heran jika banyak teman lelakinya yang mengajaknya untuk berpacaran....Namun, ia selalu menolak ajakan temannya tersebut. Dan ternyata ia tak menemukan kebahagiaan sedikit pun dibalik semua itu.
         Namun,,ternyata dibalik semua itu,,,ternyata Allah telah menyiapkan suatu rencana baginya..
Suatu hari ia mengunjungi sebuah toko buku dan tak sengaja, ia melihats ebuah buku dengan judul "ENGKAU LEBIH CANTIK DENGAN JILBAB". Mungkin dari sinilah Allah mulai memberinya hidayah. Tanpa berpikir ulang, ia langsung saja membeli buku tersebut....

Seminggu Kemudian....

         Ya Allah,, Subhanallah....Aku seakan tak mengenali makhlus manis berkerudung putih lengkap dengan baju panjangnya itu...Aku Menatapnya kagum....
Sungguh,,Dia lebih Cantik...Cantik sekali....
Aku merangkulnya dan aku melihat senyuman tulus dari raut wajahnya..
         Ia melanjutkan ceritanya kepadaku...
Ternyata orang tuanya tak merestuinya untuk mulai berjilbab, namun ia bersikeras untuk tetap menggunakan hijab dan berusaha untuk memberikan pengertian kepada orang tuanya yang saat itu pun masih belum menggunakan jilbab...Alhamdulillah orang tuanya pun mulai mengertinya...
         Bulan demi bulan pun berlalu....
Aku melihatnya seakan melihat seorang bidadari yang turun ke bumi ini..Sungguh ia sangat jauh berbeda dengan dia yang kukenal dahulu...Dan tahukah bahwa \ternyata Allah memberikan semburat kasih sayang lagi baginya...Menguatkan iltizamnya..menguatkan raganya,, mengistiqomahkannya, hingga ia mulai mencoba untuk menyempurnakan jilbabnya sesuai dengan aturan syar'i...Dan dengan senyum tulusnya ia mengatakan kepadaku bahwa inilah kebahagiaan yang ia cari selama ini..

          Namun, ternyata dibalik semua itu....tersingkaplah Sebongkah Batu penghalang, penghalang atau batu lompatan untuk meraih Cinta-Mu yang lebih dalam...Sayang,,, aku baru mengetahuinya selama ini...

         Subhanallah...Andaikan kau tahu bahwa betapa besarnya pengorbanannya saat itu,,mulia dari menuai banyak kecaman dari orang tua,,dijauhi guru dan teman - teman..Hingga ia lebih sering menyendiri,, ia hanya sibuk berkhalwat dengan Sang Penciptanya...

       Ya Rabb...Lindungilah bidadari mu ini dan janganlah Engkau sedetikpun melalaikannya..

       Ia pun pernah berkata padaku,, Semua itu tak berarti apa - apa baginya..Ia ikhlas untuk menerima semua "amanah" dari Allah ini....Ia akan berjuang agar tidak pernah hanyut dalam buaian dunia lagi..
Ya Allah,,,betapa tulusnya bidadari-Mu ini...
       
       Suatu hari ia mendatangiku....

       Aku terkejut melihat kedatangannya sambil menangis tersedu - sedu, bahkan aku melihat beberapa lebam di wajah manisnya...Dia mengatakan bahwa orang tuanya akan membakar semua jilbabnya..
.......Ya Rabb...
aku seakan tak mampu berkata - kata. Aku hanya menatapnya haru...
Aku hanya berbisik kepada Allah...
Ya Allah...
tidakkah Engkau melihat betapa beratnya ujian yang Kau berikan Kepada Sahabatku ini,,
Tidakkah Engkau memberikannya kemudahan dan keringanan atas semua ini... 
Namun aku mengerti bahwa sahabatku itu mampu untuk mengatasi semua itu,,
Karena Kau telah mengiltizamkan kedadanya akan kenikmatan untuk Mencintai-Mu lebih dari segalanya...
Mengikhlaskan Engkau sebagai satu - satunya yang berhak disembah..
Ya Allah...
Ketika aku melihat wanita dengan  bangganya memperlihatkan tubuhnya..
Ketika aku melihat wanita dengan bebasnya berhubungan dengan lelaki..
Ketika aku melihat wanita yang memamerkan kecantikannya...
....Aku Melihat sahabatku dengan sejuta tanda tanya...
Tidakkah pernah terbersit sekalipun di benakknya untuk menghalalkan segala kenikmatan ini...
Tidak ya Allah...Tidak sekalipun..
Ia tak pernah tergitur dengan semua ini..
bahkan tak menyurutkan keteguhan hatinya untuk tetep mempertahankan izzahya..
meskipun badai menghadang...
Meskipun badai itu pun adalah orang tuanya sendiri,,
Yang seharusnya menjadi tempat curahan hatinya ketika masalah..
tempatnya ia bertanya akan segala sesuatu...
Namun kini lihatlah Ya Rabb...
Dengan beraninya ia mengatakan "Tidak " kepada orang tuanya demi Cintanya kepadamu...
Tidakkah Engkau melihat semua ini sebagai bentuk ketaatan kepada-Mu?
Tidakkah Engkau melihat betapa ia mengharap uluran tangan-Mu,
kehangatan disetiap sepertiga malammu, tentramnya hati ketika mendengar ayat - ayat-Mu...
Ya Allah...
Janganlah Engkau sedikipun menjadikan semua pengorbanan ini sia - sia..
Tempatkanlah ia di sisi terbaik-Mu...
Ya Allah..
Hamba-Mu yang Lemah ini tak mampu berbuat apa, Aku hanya mampu mendoa'akannya pada-Mu..
Jadikanlah ia Sang Mujahidah sejati...
Bidadari penghias Dunia-Mu ini.....

(Bersambung.......) 

Minggu, 28 Maret 2010

Ketika Wanita Menggoda


Allah Swt telah menganugerahkan kepada kaum wanita keindahan yang membuat kaum lelaki tertarik kepada mereka. Namun syariat yang suci ini tidak memperkenankan keindahan itu diobral seperti layaknya barang dagangan di etalase atau di emperan toko. Tapi kenyataan yang kita jumpai sekarang ini wanita justru menjadi sumber fitnah bagi laki-laki. Di jalan-jalan, di acara TV atau di VCD para wanita mengumbar aurat seenaknya bak kontes kecantikan yang melombakan keindahan tubuh, sehingga seolah-olah tidak ada siksa dan tidak kenal apa itu dosa. Benarlah sabda Rasulullah yang mulia dalam hadits yang diriwayatkan oleh Imam Bukhari dan Muslim, di mana beliau bersabda, “Tidak pernah kutinggalkan sepeninggalku godaan yang lebih besar bagi kaum lelaki daripada wanita.” (HR. Bukhari Muslim)
Ya, begitulah realitasnya, wanita menjadi sumber godaan yang telah banyak membuat lelaki bertekuk lutut dan terbenam dalam lumpur yang dibuat oleh syaitan untuk menenggelamkannya. Usaha-usaha untuk menggoda bisa secara halus, baik disadari maupun tidak, secara terang-terangan maupun berkedok seni. Tengoklah kisah Nabi Allah Yusuf ‘alaihis salam tatkala istri pembesar Mesir secara terang-terangan menggoda Beliau untuk diajak melakukan tindakan tidak pantas. Nabi Yusuf pun menolak dan berkata, “Aku berlindung kepada Allah, sungguh tuanku telah memperlakukanku dengan baik.” (QS. Yusuf: 23)
Perhatikanlah bagaimana Rasulullah telah mewanti-wanti kepada kita sekalian lewat sabda beliau, “Hati-hatilah pada dunia dan hati-hatilah pada wanita karena fitnah pertama bagi Bani Isroil adalah karena wanita.” (HR. Muslim) Kini, di era globalisasi, ketika arus informasi begitu deras mengalir, godaan begitu gampang masuk ke rumah-rumah kita. Cukup dengan membuka surat kabar dan majalah, atau dengan mengklik tombol remote control, godaan pun hadir di tengah-tengah kita tanpa permisi, menampilkan wanita-wanita yang berpakaian tapi telanjang, berlenggak-lenggok memamerkan aurat yang semestinya dijaga.
Lalu, sebagian muslimah ikut-ikutan terbawa oleh propaganda gaya hidup seperti ini. Pakaian kehormatan dilepas, diganti dengan pakaian-pakaian ketat yang membentuk lekuk tubuh, tanpa merasa risih. Godaan pun semakin kencang menerpa, dan pergaulan bebas menjadi hal biasa. Maka, kita perlu merenungkan dua bait syair yang diucapkan oleh Sufyan Ats-Tsauri: “Kelezatan-kelezatan yang didapati seseorang dari yang haram, toh akan hilang juga, yang tinggal hanyalah aib dan kehinaan, segala kejahatan akan meninggalkan bekas-bekas buruk, sungguh tak ada kebaikan dalam kelezatan yang berakhir dengan siksaan dalam neraka.” Seorang ulama yang masyhur, Ibnul Qayyim pun memberikan nasihat yang sangat berharga: “Allah Subhanahu wa ta’ala telah menjadikan mata itu sebagai cerminan hati. Apabila seorang hamba telah mampu meredam pandangan matanya, berarti hatinya telah mampu meredam gejolak syahwat dan ambisinya. Apabila matanya jelalatan, hatinya juga akan liar mengumbar syahwat…”
Wallahul Musta’an. *** 
Penulis : Abu Harun Aminuddin. Artikel www.muslim.or.id (dengan perubahan seperlunya)