Dan sesungguhnya Kami telah menciptakan gugusan bintang-bintang (di langit) dan Kami telah menghiasi langit itu bagi orang-orang yang memandang (nya),
Qur’an Surah Al Hijr (15) : 16
Qur’an Surah Al Hijr (15) : 16
Ketinggalan kesempatan untuk menyaksikan hujan meteor bulan lalu ??
Tenang, ternyata Allah masih menyisakan kesempatan bagi kita untuk menyaksikannya bulan ini loh..
Waw... Subhanallah...
Hujan meteor kali ini bernama Hujan meteor Lyrids yang diperkirakan akan berlangsung mulai 15 April 2010 hingga 26 April 2010.
Meteor Lyrids berasal dari sisa-sisa debu komet Thatcher atau yang dikenal dengan kode 1860 I, yang artinya komet tersebut ditemukan pertama kali pada tahun 1861. Dinamakan Lyrids yang berarti titik sebaran atau pancaran dari rasi Lyra.. Letaknya berada di antara horison hingga atas langit sebelah timur laut. Dengan kondisi cuaca yang mulai memasukim musim kemarau, ditandai dengan hujan yang jarang turun, kemungkinan besar hujan meteor itu bisa disaksikan tanpa dihalangi awan selepas pukul 01.00 dinihari hingga menjelang subuh.
Hal ini merupakan salah satu peristiwa yang perlu diabadikan karena jarang sekali kita bisa melihat fenomena ini. Puncak hujan meteor ini akan terjadi pada 21-22 April. Saat itu, diperkirakan ada 10-20 meteor yang muncul setiap jam.
Menurut Thomas, Meteor yang dinamai Lyrids ini termasuk dalam kategori meteor sedang, sehingga hanya sedikit meteor yang berpindah tempat, atau mirip seperti bintang jatuh. Beda dengan tahun lalu meteor juga terjadi pada November 2009. Meteornya adalah meteor Leonid. Tempat pengamatan terbaik ada di Asia, tapi pengamat di Amerika Utara juga dapat menikmati pemandangan menakjubkan hujan meteor Leonid, jika cuaca memungkinkan.
Hujan meteor dari komet yang muncul tiap 415 tahun dekat bumi ini dianggap biasa. Hujan meteor itu berasal dari lapisan es komet yang mencair ketika orbitnya dekat dengan matahari. Partikel debu, es, dan batu yang terlepas itu terbakar di atmosfir sebelum jatuh ke bumi. Tahun ini ada 11 hujan meteor yang besar termasuk Lyrids. Setiap tahun, bumi disiram sekitar 25 ribu ton debu angkasa.
Hujan meteor itu juga bisa disaksikan dengan jelas oleh penduduk bumi di belahan utara.
“Hujan meteor turun dekat di rasi Lyra. Ekor komet thatcher berada di rasi Lyra,” ujar Kepala Observatorium Boscha Hakim Luthfi Malasan ketika dihubungi, Kamis 15 April 2010.
Menurutnya, hujan meteor dapat dilihat mulai pada jam 22.00 malam ini. Hujan meteor awalnya sedikit demi sedikit. Puncaknya diperkirakan pada 21 April 2010.
“Nanti malam mungkin meteor yang memasuki Bumi baru sedikit, hanya satu atau dua saja yang melintas. Kami perkirakan puncaknya tanggal 21 April nanti,” ucapnya.
Ia menjelaskan meteor tersebut pernah melintas pada 1993 lalu. Masyarakat saat itu dapat melihat hujan meteor di arah timur laut mulai dari pukul 10 malam hingga pukul 3 pagi. .
“Jika dibandingkan dengan hujan meteor Leonid pada November lalu tidak terlalu besar,” ujarnya.
Namun, karena cuaca Indonesia sudah memasuki musim kemarau, hujan meteor kali ini lebih dapat dilihat. Tidak tertutup mendung.
Sayangnya Observatorium Boscha tidak terbuka untuk masyarakat yang ingin mengamati langsung hujan meteor. Menurutnya untuk hujan meteor kali ini observatorium Boscha fokus untuk penelitian.
”Tidak ada kegiatan untuk umum karena fokus untuk penelitian saja,” ujarnya.
Terkait dengan fenomena alam ini, tersiar kabar bahwa telah terjadi kebakaran yang terjadi di Kecamatan Kuta Alam, Banda Aceh disebabkan oleh jatuhnya meteor yang telah menghanguskan 3 bangunan yang terdiri dari 2 toko dan 1 rumah warga terjadi kamis malam.
Belum bisa 100% benar bahwa sumber api berasal dari meteor terkait berita hujan meteor 15 - 26 April ini. Namun Beredar kabar di kalangan warga sekitar Desa Lambaro Skep, Kecamatan Kuta Alam, Banda Aceh bahwa sumber api berasal dari benda aneh seperti bola api atau meteor yang jatuh dari langit dan mengenangi bangunan toko semipermanen yang kemudian api menjalar melumat bangunan rumah di sampingnya.Rumah dan toko semipermanen itu milik Usman M Ali. Menurut sejumlah saksi mata di lokasi kebakaran, mulanya mereka melihat ada semacam bola api berwarna merah kekuningan jatuh dari langit gelap di atas bangunan toko itu.
Seketika toko rental play station itu membumbung api. “Bola apinya sangat cantik,” kata Hasan, seorang saksi mata. Api dengan cepat menjalar dari toko satu ke toko sebelahnya, kemudian melumat sebuah rumah bantuan korban tsunami milik Usman. Ratusan warga yang tumpah ke lokasi tak bisa berbuat banyak.
Sekitar 10 unit mobil pemadam kebakaran yang tiba di lokasi kejadian sekitar lima belas menit kemudian, juga tak mampu membendung api yang sangat cepat menghanguskan seluruh isi bangunan.
Usman, kepada okezone mengatakan, sebagian besar isi bangunan miliknya ikut hangus. Kerugian diperkirakan mencapai ratusan juta rupiah. “Saya tidak tahu lagi dari mana asal api, tiba-tiba sudah terbakar,” katanya.
Sebagian warga percaya kebakaran itu berasal dari meteor yang jatuh dari langit, menyusul adanya laporan dari Lembaga Penerbangan dan Antariksa Nasional (LAPAN) hujan meteor lyrids terjadi malam ini dan bisa dilihat di seluruh Indonesia.
Namun hal ini langsung saja di sangkal oleh Kepala Badan Meteorologi Klimotologi dan Geofisika (BMKG) Blang Bintang, Aceh Besar, Syamsuir, beliau menyatakan kejadian pada kamis malam di kawasan Lambaro Skep banda Aceh bukan lah akibat dari meteor, “Itu tidak mungkin,” begitu ungkap nya.
Syamsuir pun menyatakan bahwa jika meteor jatuh ke bumi akan langsung padam dan tidak akan menimbulkan kebakaran seperti yang di isukan warga Aceh, berbeda jika kasusnya itu adalah Petir yang memiliki unsur listrik di dalam nya mungkin saja akan menjadi kan kebakaran jika menyambar bangunan. “Meteor itu jarang jatuh didaratan. Dia biasa jatuh ke lautan,” ujarnya syamsuir.
Selain itu, informasi lain ada yang menyebut bahwa sumber api kebakaran itu dari arus pendek listrik. Listrik di Ibu kota Provinsi Aceh itu dalam beberapa bulan belakangan sering tak cukup arus dan kerap terjadi pemadaman bergilir. Polisi hingga kini masih menyelidiki penyebab kebakaran itu.
Tampaknya berita “meteor jatuh di Aceh, Desa Lambaro Skep, Kecamatan Kuta Alam, Banda Aceh” masih belum diyakini kebenarannya.Alias masih dipertanyakan kebenarannya..
Dan lagi -lagi kali ini Allah menunjukkan betapa hebat kekuasaanya. Allah berfirman dalam surat Ali 'imran 190-191 :
" Sesungguhnya dalam penciptaan langit dan bumi, dan silih bergantinya malam dan siang terdapat tanda-tanda bagi orang-orang yang berakal, (yaitu) orang-orang yang mengingat Allah sambil berdiri atau duduk atau dalam keadan berbaring dan mereka memikirkan tentang penciptaan langit dan bumi (seraya berkata): "Ya Tuhan kami, tiadalah Engkau menciptakan ini dengan sia-sia, Maha Suci Engkau, maka peliharalah kami dari siksa neraka. "
Wallahu'alam bishowab....
Sumber referensi : www.tempointeraktif.com



Assalaamu'alaikum
BalasHapusSubhanallah ukh..
Syukran atas infonya...