Rabu, 26 Januari 2011

Pahlawan Ditengah Bencana


Ada ungkapan yang mengatakan bahwa bangsa besar adalah bangsa yang menghargai jasa para pahlawannya. Maka perhatian dan penghormatan pada para pahlawan juga telah menjadi tradisi pada bangsa Indonesia. Bahkan dari waktu ke waktu lingkup kepahlawanan ini pun makin meluas. Ada pahlawan nasional, ada pahlawan kemerdekaan, dan ada pula pahlawan Revolusi. Penghargaan kepada para pahlawan bukanlah dalam bentuk pengkultusan individu tertentu, melainkan wujud rasa hormat kepada individu yang telah memperlihatkan pengabdian, pengorbanan, serta jasa bagi kejayaan nusa dan bangsa yang direalisasikan dalam berbagai aktifitas pembangunan yang didasari oleh semangat dan karakter kepahlawanan.
Bentuk penghargaan pada para pahlawan tersebut bisa direfleksikan kedalam beragam bentuk. Sebut saja dengan peringatan hari pahlawan yang biasa diperingati setiap tanggal 10 November. Kita tahu bahwa Bangsa kita setiap tahun merayakan Hari Pahlawan. Pada saat itulah kita mengenang jasa para pahlawan yang telah bersedia mengorbankan jiwa dan raganya untuk memperjuangkan dan mempertahankan kemerdekaan. Namun kini dapat dirasakan bahwa mutu peringatan kian menurun dari tahun ke tahun. Kita sudah makin tidak menghayati makna hari pahlawan. Peringatan yang kita lakukan sekarang cenderung bersifat seremonial. Maka tak heran meskipun diperingati tiap tahun, namun tak ada feedback yang kita peroleh dari peringatan tersebut. Oleh karena itu, dengan kondisi bangsa yang kini sedang dihadapkan kedalam sejumlah krisis yang melanda, perayaan diharapkan tidak hanya sekedar seremonial saja, tapi harus disertai dengan tindakan dalam upaya pelurusan cita-cita bangsa.
Pada era modern sekarang ini, gelar pahlawan tidak lagi hanya milik mereka yang gugur di medan juang. Gelar pahlawan bisa diberikan pada figur yang berjasa bagi masyarakat luas. Kata pahlawan dalam kamus besar Bahasa Indonesia berasal dari bahasa Sanskerta yang terdiri dari dua kata Pahla dan Wan. Pahla mengandung makna buah, sedang Wan untuk sebutan orangnya (bersangkutan). Pengertian secara luas pahlawan (baca: pahlawan nasional) adalah orang yang menghasilkan sebuah karya untuk kepentingan bangsa dan negara atau seorang pejuang gagah berani yang mengorbankan jiwa dan raga untuk kepentingan Bangsa dan Negara. Akan tetapi makna kepahlawanan tidak hanya berhenti di situ. Dalam menghadapi situasi seperti sekarang kita berharap muncul banyak pahlawan dalam segala bidang kehidupan. Seorang pahlawan yang rela melakukan sesuatu demi mencapai cita-cita besar bangsanya diiringi dengan kesediaan untuk mempertaruhkan jiwa dan raga.

Pahlawan yang Sesungguhnya
 Berkenaan dengan peringatan hari pahlawan pada tanggal 10 November yang lalu, terdapat suatu topik hangat mengenai pemberian gelar pahlawan nasional. Berbagai kontroversi pun muncul setiap pengajuan nama calon penerima gelar pahlawan tersebut. Sebut saja pengusulan pak Soeharto dan Gusdur. Namun, kita sesungguhnya tak perlu bingung untuk menentukan siapa pahlawan yang sebenarnya. Sebab, disaat Indonesia dilanda bencana yang saling berkelanjutan inilah kita dapat melihat sosok-sosok pahlawan yang sesungguhnya. Kita dapat mengulik sekilas pada peristiwa erupsi gunung merapi yang terjadi sejak akhir Oktober silam. Tercatat bahwa bagitu banyaknya para relawan yang harus meregang nyawa demi menjalankan tugas sosial. Bahkan ada seorang yang tetap menjaga amanah yang telah diberikan kepadanya hingga maut menjemputnya. Siapa yang tidak kenal dengan sosok fenomenal juru kunci gunung merapi yang namanya mencuat sejak tahun 2006 yang lalu. Dialah Mbah Maridjan yang akrab kita temui wajahnya pada salah satu ikon minuman energi.  Sosok kesederhanaan juru kunci Gunung Merapi, Mbah Maridjan benar-benar membuka mata manusia. Betapa tidak, meskipun memperoleh upah tiap bulan yang dinilai kurang layak tetapi beliau tetap semangat menjalankan tugasnya hingga hawa panas Merapi merengut nyawanya. Oleh karena itu, bahkan banyak kalangan yang justru mengusulkan nama Mbah Marijan sebagai orang yang berhak meraih gelar pahlawan nasional.
Terlepas dari pantas atau tidaknya seseorang tersebut mendapat gelar pahlawan nasional, suatu sikap yang harus kita tanamkan pada diri kita adalah jiwa kepahlawanan itu sendiri. Semangat dan tindakan kepahlawanan sangat diperlukan tatkala kita kini masih menghadapi banyak masalah, terlebih dalam kehidupan bermasyarakat, berbangsa dan bernegara. Berbagai musibah yang melanda tanah air, mulai dari banjir bandang di Wasior,  Papua, gempa dan tsunami di Kepulawan Mentawai Sumatera Barat, hingga letusan Gunung Merapi di DI Yogyakarta dan Jawa Tengah, saat itulah kita menunjukkan jiwa kepahlawanan yang sesungguhya.
Kita patut memberi apresiasi kepada para relawan yang terjun langsung ke lapangan demi membantu para korban bencana alam tersebut. Meskipun mereka tahu bahwa nyawa mereka sebagai taruhannya. Selain itu orang-orang yang telah menunjukkan kepeduliannya dengan ikut membatu sesuai kemampuan pun layak dikatakan sebagi seorang pahlawan, sebab jiwa kepedulian, simpati dan empati mereka terhadap masyarakat yang terkena musibah tersebut.
Sama halnya dengan saudara kita yang tertimpa bencana itu sendiri. Mereka pun layak disebut pahlawan ketika mereka tetap tabah, sabar dan tegar menghadapi musibah bencana yang sedemikian dahsyatnya. Semangat dan harapan mereka untuk bertahan menghadapi cobaan yang berat tentu sangat bermakna dengan dilandasi semangat perjuangan hidup dengan disertai keimanan terhadap Tuhan Yang Maha Esa. Semangat ini tidaklah mudah, terlebih ketika menghadapi kenyataan ada keluarga yang tewas, harta benda yang hancur, dan mengorbankan tubuh sendiri. Bukankah kenyataan yang mereka hadapi tidak berbeda seperti apa yang dialami para pejuang kemerdekaan dahulu ? Bukankah arti pahlawan itu merupakan orang yang menonjol karena keberanian dan pengorbanannya dalam membela kebenaran? Bukankah makna pahlawan itu adalah pejuang gagah berani? Bukankah makna kepahlawanan tak lain adalah perihal sifat pahlawan seperti keberanian, keperkasaan, kerelaan berkorban, dan kekesatriaan?
 Maka, gelar pahlawan itu tak mesti dinobatkan kepada para pejuang yang telah berjasa dalam kemerdekaan Indonesia, namun pahlawan adalah mereka yang mampu mengendalikan dirinya sendiri disaat ketika berbagi tekanan yang melebihi batas wajarnya. Dengan demikian, kita tak perlu menunjukkan jiwa kepahlawanan saat terjadi bencana saja. Kapan dan di manapun, semangat kepahlawanan harus dapat terimplementasikan dalam berbagai aspek kehidupan kita. Oleh karena itu, melalui hari pahlawan, marilah kita menumbuhkan jiwa kepahlawan tersebut, setidaknya menjadi pahlawan bagi diri sendiri pun sebetulnya sudah lebih dari cukup. Namun, tentu akan lebih bermakna jika jiwa kepahlawanan tersebut dapat kita refleksikan dan dapat dirasakan manfaatnya dalam berbagai segi kehidupan manusia yang kompleks.

Senin, 19 April 2010

Waw...Hujan Meteor neh..


Dan sesungguhnya Kami telah menciptakan gugusan bintang-bintang (di langit) dan Kami telah menghiasi langit itu bagi orang-orang yang memandang (nya),
Qur’an Surah Al Hijr (15) : 16

Ketinggalan kesempatan untuk menyaksikan hujan meteor bulan lalu ??
Tenang, ternyata Allah masih menyisakan kesempatan bagi kita untuk  menyaksikannya bulan ini loh..
Waw... Subhanallah...

Hujan meteor kali ini bernama Hujan meteor Lyrids yang diperkirakan akan berlangsung mulai 15 April 2010 hingga 26 April 2010.
Meteor Lyrids berasal dari sisa-sisa debu komet Thatcher atau yang dikenal dengan kode 1860 I, yang artinya komet tersebut ditemukan pertama kali pada tahun 1861. Dinamakan Lyrids yang berarti titik sebaran atau pancaran dari rasi Lyra.. Letaknya berada di antara horison hingga atas langit sebelah timur laut. Dengan kondisi cuaca yang mulai memasukim musim kemarau, ditandai dengan hujan yang jarang turun, kemungkinan besar hujan meteor itu bisa disaksikan tanpa dihalangi awan selepas pukul 01.00 dinihari hingga menjelang subuh.
Hal ini merupakan salah satu peristiwa yang perlu diabadikan karena jarang sekali kita bisa melihat fenomena ini. Puncak hujan meteor ini akan terjadi pada 21-22 April. Saat itu, diperkirakan ada 10-20 meteor yang muncul setiap jam.
Menurut Thomas, Meteor yang dinamai Lyrids ini termasuk dalam kategori meteor sedang, sehingga hanya sedikit meteor yang berpindah tempat, atau mirip seperti bintang jatuh. Beda dengan tahun lalu meteor juga terjadi pada November 2009. Meteornya adalah meteor Leonid. Tempat pengamatan terbaik ada di Asia, tapi pengamat di Amerika Utara juga dapat menikmati pemandangan menakjubkan hujan meteor Leonid, jika cuaca memungkinkan.

Hujan meteor dari komet yang muncul tiap 415 tahun dekat bumi ini dianggap biasa. Hujan meteor itu berasal dari lapisan es komet yang mencair ketika orbitnya dekat dengan matahari. Partikel debu, es, dan batu yang terlepas itu terbakar di atmosfir sebelum jatuh ke bumi. Tahun ini ada 11 hujan meteor yang besar termasuk Lyrids. Setiap tahun, bumi disiram sekitar 25 ribu ton debu angkasa.
 Hujan meteor itu juga bisa disaksikan dengan jelas oleh penduduk bumi di belahan utara.
“Hujan meteor turun dekat di rasi Lyra. Ekor komet thatcher berada di rasi Lyra,” ujar Kepala Observatorium Boscha Hakim Luthfi Malasan ketika dihubungi, Kamis 15 April 2010.
Menurutnya, hujan meteor dapat dilihat mulai pada jam 22.00 malam ini. Hujan meteor awalnya sedikit demi sedikit. Puncaknya diperkirakan pada 21 April 2010.
“Nanti malam mungkin meteor yang memasuki Bumi baru sedikit, hanya satu atau dua saja yang melintas. Kami perkirakan puncaknya tanggal 21 April nanti,” ucapnya.
Ia menjelaskan meteor tersebut pernah melintas pada 1993 lalu. Masyarakat saat itu dapat melihat hujan meteor di arah timur laut mulai dari pukul 10 malam hingga pukul 3 pagi. .
“Jika dibandingkan dengan hujan meteor Leonid pada November lalu tidak terlalu besar,” ujarnya.
Namun, karena cuaca Indonesia sudah memasuki musim kemarau, hujan meteor kali ini lebih dapat dilihat. Tidak tertutup mendung.
Sayangnya Observatorium Boscha tidak terbuka untuk masyarakat yang ingin mengamati langsung hujan meteor. Menurutnya untuk hujan meteor kali ini observatorium Boscha fokus untuk penelitian.
”Tidak ada kegiatan untuk umum karena fokus untuk penelitian saja,” ujarnya.    
  Terkait dengan fenomena alam ini, tersiar kabar bahwa telah terjadi kebakaran yang terjadi di Kecamatan Kuta Alam, Banda Aceh disebabkan oleh jatuhnya meteor yang telah menghanguskan 3 bangunan yang terdiri dari 2 toko dan 1 rumah warga terjadi kamis malam.
Belum bisa 100% benar bahwa sumber api berasal dari meteor terkait berita hujan meteor 15 - 26 April ini. Namun Beredar kabar di kalangan warga sekitar Desa Lambaro Skep, Kecamatan Kuta Alam, Banda Aceh bahwa sumber api berasal dari benda aneh seperti bola api atau meteor yang jatuh dari langit dan mengenangi bangunan toko semipermanen yang kemudian api menjalar melumat bangunan rumah di sampingnya.Rumah dan toko semipermanen itu milik Usman M Ali. Menurut sejumlah saksi mata di lokasi kebakaran, mulanya mereka melihat ada semacam bola api berwarna merah kekuningan jatuh dari langit gelap di atas bangunan toko itu.
Seketika toko rental play station itu membumbung api. “Bola apinya sangat cantik,” kata Hasan, seorang saksi mata. Api dengan cepat menjalar dari toko satu ke toko sebelahnya, kemudian melumat sebuah rumah bantuan korban tsunami milik Usman. Ratusan warga yang tumpah ke lokasi tak bisa berbuat banyak.
Sekitar 10 unit mobil pemadam kebakaran yang tiba di lokasi kejadian sekitar lima belas menit kemudian, juga tak mampu membendung api yang sangat cepat menghanguskan seluruh isi bangunan.
Usman, kepada okezone mengatakan, sebagian besar isi bangunan miliknya ikut hangus. Kerugian diperkirakan mencapai ratusan juta rupiah. “Saya tidak tahu lagi dari mana asal api, tiba-tiba sudah terbakar,” katanya.
Sebagian warga percaya kebakaran itu berasal dari meteor yang jatuh dari langit, menyusul adanya laporan dari Lembaga Penerbangan dan Antariksa Nasional (LAPAN) hujan meteor lyrids terjadi malam ini dan bisa dilihat di seluruh Indonesia.
Namun hal ini langsung saja di sangkal oleh Kepala Badan Meteorologi Klimotologi dan Geofisika (BMKG) Blang Bintang, Aceh Besar, Syamsuir, beliau menyatakan kejadian pada kamis malam di kawasan Lambaro Skep banda Aceh bukan lah akibat dari meteor, “Itu tidak mungkin,” begitu ungkap nya.
Syamsuir pun menyatakan bahwa jika meteor jatuh ke bumi akan langsung padam dan tidak akan menimbulkan kebakaran seperti yang di isukan warga Aceh, berbeda jika kasusnya itu adalah Petir yang memiliki unsur listrik di dalam nya mungkin saja akan menjadi kan kebakaran jika menyambar bangunan. “Meteor itu jarang jatuh didaratan. Dia biasa jatuh ke lautan,” ujarnya syamsuir.
Selain itu, informasi lain ada yang menyebut bahwa sumber api kebakaran itu dari arus pendek listrik. Listrik di Ibu kota Provinsi Aceh itu dalam beberapa bulan belakangan sering tak cukup arus dan kerap terjadi pemadaman bergilir. Polisi hingga kini masih menyelidiki penyebab kebakaran itu.
Tampaknya berita “meteor jatuh di Aceh, Desa Lambaro Skep, Kecamatan Kuta Alam, Banda Aceh” masih belum diyakini kebenarannya.Alias masih dipertanyakan kebenarannya..

Rabu, 07 April 2010

Fenomena di langit yang diperkirakan akan terjadi di tahun 2010

Beberapa fenomena astronomi menarik Insya Allah akan terjadi di tahun 2010 ini. Beberapa diantaranya bahkan bisa dikategorikan 'luar biasa'. Namun, hal ini sebatas perkiraan para ilmuwan saja, mengenai kepastian kejadiannya,Wallahu‘alam bishowab. Berikut ini adalah daftarnya :




1. 15 Januari, gerhana matahari cincin terlama
Gerhana matahari cincin akan terjadi pada Jumat 15 Januari 2010, khususnya di Afrika, India, dan China. Gerhana matahari cincin terjadi saat Bulan berada jauh dari bumi sehingga piringannya terlihat kecil dan tidak dapat menutupi seluruh piringan matahari.
Piringan matahari yang tertutup oleh piringan Bulan hanya bagian tengahnya saja, sekitar 92 persen, sehingga bagian pinggir matahari tidak tertutup. Oleh karena itu piringan matahari akan terlihat dari muka bumi seperti lingkaran cincin yang bercahaya.
Gerhana yang akan terjadi berdurasi 11 menit 8 detik. Menurut ilmuwan NASA, ini durasi yang sangat lama, terlama sepanjang milenium. Durasi ini tak akan terulang lagi hingga 3043!


2. 29 Januari, Planet Mars mendekat ke bumi
Hari itu, Planet Mars hanya sejauh 61,7 juta mil dari Bumi. Ini waktu terbaik untuk para pengamat langit untuk mengamati Mars dengan menggunakan teleskop. Meski mendekat, Mars tak bisa diamati maksimal dengan mata telanjang. Mars tidak akan terlihat sebesar Bulan, untuk mata kita Mars hanya seperti bintang kecil di langit.




3. 16 Februari, Jupiter dan Venus akan terlihat bersama
Seperti dua kapal yang melintasi senja, Venus dan Jupiter akan terlihat bersamaan dengan jarak antara 5 derajat. Saat itu Jupiter mendekati matahari, sementara Venus bergerak menjauhi sang surya.


4. 28 Maret sampai 12 April, Venus dan Merkurius seperti berpasangan
Dua planet ini akan merupakan pasangan menarik di langit barat dan barat laut, saat senja. Jarak dua planet ini hanya sekitar lima derajat. Venus muncul ke kiri dan sedikit di atas bayangan Mercurius. Pada tanggal 3 April, mereka akan terlihat sangat dekat, hanya sedikit di atas 3 derajat.





5. 6 Juni, dua fenomena menarik di Langit
Mars akan berjarak kurang dari satu derajat utara dari bintang biru Regulus. Konjungsi ini akan mudah terlihat di langit malam.Malam yang sama, Jupiter dan Uranus akan terlihat bersamaan dalam tiga seri konjungsi. Hanya ada enam konjungsi seperti ini antara tahun 1801 dan 2200. Yang terakhir pada tahun 1983 dan berikutnya akan datang antara tahun 2037-2038.



6. 26 Juni, gerhana bulan parsial
Gerhana ini akan terjadi di Kepulauan Hawaii, barat Alaska, Australia, Selandia Baru, wilayah bagian timur Malaysia dan Asia. Di lokasi-lokasi ini, akan terlihat bagian atas bulan gelap oleh bayangan Bumi.




7. 11 Juli, Gerhana matahari total
Gerhana matahari total akan terjadi di 15 mil dari Tahiti dan Pulau Paskah. Sementara di sebuah titik lokasi di Samudera Pasifik Selatan, matahari tertutup total selama 4 menit dan 45 detik.




8. Awal Agustus, Trio Planet
Mars melewati kurang dari dua derajat di selatan Saturnus pada 1 Agustus. Kemudian, bayangan Venus hanya lebih dari 3 derajat ke selatan sembilan hari kemudian; pada 8 Agustus.Tiga planet itu akan membentuk apa yang Jean Meeus mendefinisikan sebagai "trio," ketika tiga planet yang sesuai dalam lingkaran dengan diameter minimum lebih kecil dari 5 derajat.




9. 12 Agustus, Hujan Meteor Perseid
Hujan meteor tahunan ini akan maksimal terjadi di langit gelap, tanpa diintervensi cahaya bulan. Sekitar 90 meteor akan jatuh tiap jamnya.




10. 21 September, Jupiter, Besar dan Tinggi
Jupiter akan berada di langit tengah malam, yaitu, pada oposisi (-2,9 magnitudo). Dalam orbit ini, Jupiter lebih dekat daripada jarak rata-rata.



11. Akhir Oktober, Bumi dilintasi Komet
Komet Hartley 2 akan melintas bumi, tepatnya 11,2 juta mil dari Bumi pada pada 20 Oktober 2010, hanya seminggu sebelum komet ini melewati matahari dalam jarak dekat. Komet ini bisa dilihat dengan mata telanjang di daerah pedesaan, bukan di tengah hingar-bingar kota.


12. 14 Desember, Hujan meteor Gemini
Hujan meteor gemini kembali terjadi. Sekitar 120 meteor per jam akan turun dan menciptakan fenomena yang indah.



13. 20-21 Desember, Gerhana Bulan Total
Amerika Utara mendapatkan 'kursi terbaik' untuk melihat fenomena gerhana bulan total ini. Untuk Timur AS dan Kanada, fenomena ini terjadi dini hari.Untuk barat AS dan Kanada, fenomena ini terjadi pada tengah malam 20-21 Desember. Gerhana bulan ini akan terjadi selama 1 jam dan 14 menit.

( dikutip dari www.sains.kompas.com)