Rabu, 31 Maret 2010

Manisnya hidayah itu terasa ( Lanjutan..)

Aku tak mampu berucap lagi melihat keteguhan hati sahabatku ini..
Subhanallah,,begitu mudahnya Allah membuka mati hati hamba-Nya. Hingga sahabatku ini sangat berubah 180 derajat..Aku bagaikan melihatnya seperti sosok yang baru.. Bidadari Dunia,,yah..itu kata yang paling tepat kurasa. Bahkan begitu kuatnya ia ketika berbagai macam masalah menghadang, begitu gencarnya musuh-musuh Allah mengajaknya untuk kembali berbuat maksiat..
Namun sungguh,,,benarlah yang dikatakan Rasulullah dalam haditsnya "Seseorang akan merasakan manisnya iman karena 3 hal, yaitu : mencintai Allah dan Rasul-Nya melebihi selain dari keduanya, mencintai dan membenci sesuatu karena hal, dan benci untuk kembali kepada kekafiran sebagaimana bencinya ia ketika akan dicampakkan kedalam neraka".
Subhanallah.....
...
Suatu ketika dan lagi-lagi ketika Allah memberikan ujian-Nya kepada sahabatku ini..
Saat itu adalah ketika ia ingin melanjutkan pendidikan ke universitas di luar daerahnya.Ia terlibat dalam satu kesepakatan, kesepakatan yang sangat menyakitkan..Namun ia terpaksa menyanggupinya hanya karena cintanya kepada orang tuanya..
Ya Rabb...Karena Cintanya kepada Orang tuanya..
Yang disertai dengan kefuturan iman yang berlarut - larut, dan suatu permasalahan yang rumit yang tak mungkin untuk kuceritakan disini ('afwan..masalah ini terlalu privacy) hingga ia mempersingkat jilbabnya, mulai bergaul dengan lelaki yang bukan mahramnya. Namun, ternyata Engkau masih tetap menyisakan manisnya iman itu di hatinya. Dengan segala keterpaksaan, ia menjalani kehidupan seperti biasanya.Terlebih saat itu ia telah memiliki teman - teman baru dan lingkungan yang baru..Ia masih merasakan kegelisahan dalam hidup.Ia merasa semakin jauh dari penciptanya..Betapa tidak,,dengan iman yang semakin melemah itu, dengan berbagai kemaksiatan yang dilakukan, ia merasa semakin Gersang..Gersang...Tak Bernyawa..dan tak bahagia sama sekali..Namun tentunya Orang tua bahagia dengan perubahan anaknya yang telah menuruti kehendaknya..
Ya Rabb tunjukkanlah kedua orang tua sahabatku ini ke jalan penuh cinta-Mu..

Hingga suatu ketika..

Dan lagi- lagi karena betapa cintanya Engkau kepada sahabatku ini, dan Engkau membukakan matanya kembali untuk merajut jalinan kasih yang selama ini terputus...dan karena batapa sadarnya ia bahwa mahalnya Sebuah petunjuk yang bernama Hidayah itu Engkau berikan kepada orang-orang pilihan-Mu..

Dan akhirnya ia memberanikan diri untuk melawan segala keterpurukan ini.Ia bangkit dari kegelisahan,,ia ingin menjadi kekasih-Mu kembali. ia kembali menyempurnakan jilbabnya dan pastinya imannya. Dan tentunya hal ini tanpa sepengetahuan orang tuanya, bahkan hingga kini. Dan betapa hati ku sedih ketika ia mengatakan bahwa ia merasakan suatu ketakutan jika akan bertemu dengan orang tuanya..
Bayangkan saja, betapa rindunya ia yang sudah lama tak bertemu dengan orang tuanya karena jarak yang jauh memisahkan, namun betapa takutnya ia jika orang tuanya tahu bahwa ia kembali seperti semula..
Ia melanggar kesepakatan itu....

Namun, tahukah Kau apa yang ia katakan padaku terkait hal itu..?
Dengan tenangnya ia menjawab..

Kini aku semakin menyadari apa artinya kehidupan, dan aku semakin menyadari betapa manisnya iman.Aku tak peduli terhadap apapun yang menghalangi jalanku untuk meraih cinta Rabb ku, sekalipun itu orang tuaku..Karena aku ingin membahagiakan orang tua ku dengan jalan yang telah diajarkan Rabbku kepadaku..Jalan yang begitu Indah..Subhanallah indahnya..Tak peduli betapa terjalnya jalan itu, tak peduli harus berapa banyaknya cucuran keringat yang ku korbankan deminya, tak peduli berapa tetes darah yang telah terbuang deminya, meskipun orang tuaku tak menyadari hal ini sama sekali, bahkan menganggap ini sebagai suatu pembangkangan kepadanya...Namun aku yakin, Allah telah mencatat semua pengorbanan ku ini, hal ini takkan pernah luput dari pengawasan-Nya.
Karenanya, aku harus Tegar, Aku harus kuat, aku tak boleh rapuh (meskipun aku mengetahui bahwa betapa rapuhnya dirinya...), aku harus berjuang demi Allah, demi Rasul, dan demi Orang tuaku..

Astaghfirullahal'adzim,,,
Aku tak sadar jika air mata ku telah membasahi pipi ini..Aku begitu tersentuh melihat perjuangannya, sebuah perjuangan yang tak mungkin bisa dilakukan oleh sembarang orang, yang hanya bisa dilakukan oleh orang yang benar-benar mengharap ridho tuhannya..( hal ini yang menyebabkan aku memberi nama alamat blog ini "almardhotillah", yakni wanita yang memperoleh rahmat Allah, Insya Allah...)
Dan aku pun harus bisa menjadi seperti sahabatku ini..Aku ingin terus mendengar cerita-cerita indahnya yang terus memotivasiku untuk terus bergerak menuju Jalan yang penuh kedamaian ini, apalagi kalau bukan jalan untuk meraih Cinta-Mu yang Rabb...
Dan aku pastikan  untuk selalu mendengar kisah-kisahnya, menatap perjuangan-perjuangannya, merasakan nyamannya untuk selalu bersamanya,,,meskipun aku tak bisa memberinya apa-apa.aku hanya bisa menjadi pendengar sejatinya....Yah,,Sampai kapan pun..

Kini...aku beriltizam pada diriku,,untuk tetap beristiqomah dalam ajaran agamaku,,untuk terus bersamanya dalam menempuh perjalanan dunia menuju kampung akhiratku,,tak sedetik pun yang kulalui tanpa menyibukkan diri untuk bersama Allah..Tak sedetikpun.. 
Sahabat-sahabatku yang saat ini sedang membaca kisah ini..
Jangan pernah khawatir,,bahwa ujian ini masih lebih kecil dibandingkan besarnya ujian yang harus dilampui oleh orang-orang shaleh sebelum kita..
perjuangan Sahabat kehidupanku ini hanyalah contoh kecil dari perjuangan para Mujahidah sebelum kita...
Jangan pernah takut Allah akan meninggalkan kita..
Jangan pernah gelisah karena Allah akan menentramkan kita..
Kita yang selalu berjuang Meraih Ridho-Nya...
Al Mardhotillah...
=)

Salam sayang untuk ummi dan abi mu...=)

 



1 komentar:

  1. setelah kesulitan itu ada kemudahan, sesungguhnya setelah kesulitan itu ada kemudahan......................

    BalasHapus